Filosofi Kehidupan

Dapat email dari teman, aku posting buat yang belum baca.

Ketika masalah-masalah dalam hidupmu terasa terlalu berat untuk ditangani

Ketika 24 Jam dalam sehari terasa belumlah cukup

Ingatlah Prinsip Teko Air dan Segelas Kopi

Seorang Profesor berada di depan kelas filsafatnya

Di depannya terdapat beberapa benda

Ketika mahasiswa mulai terdiam, dia mengambil Sebuah Teko Air Plastik kosong yang berukuran cukup, kemudian mengisinya dengan beberapa bola tenis

Kemudian dia bertanya kepada mahasiswanya, apakah teko itu sudah penuh? Mereka menjawab, Ya

Profesor itu lalu mengambil sekantong kelereng dan memasukkannya ke dalam teko sambil menggoncang teko tersebut perlahan, kelereng-kelereng tersebut mengisi area kosong diantara bola tenis

Kemudian dia bertanya lagi kepada mahasiswanya, apakah teko itu sudah penuh, mereka pun menjawab lagi, Ya

Profesor tersebut kemudian mengambil sekotak pasir, dan mulai memasukkannya ke dalam teko sambil menggoncang teko tersebut, tentu saja pasir-pasir itu menutup semua celah kosong yang tersisa dari teko tersebut

Kemudian dia bertanya lagi kepada mahasiswanya, apakah sekarang teko itu sekarang sudah penuh? Dan lagi-lagi mereka menjawab, Ya!

Profesor itu kemudian mengambil gelas kopinya dan menuangkan kopi itu ke dalam teko, bahkan tanpa usaha untuk mengguncangnya pun kopi itu masuk semua ke dalam teko. Dia melihat mahasiswanya sambil tersenyum, dan mereka pun tertawa

“Nah” kata sang profesor saat tawa mulai reda, “Sekarang saya ingin anda semua mengenali, bahwa Teko ini melambangkan Kehidupan anda”

“Bola-bola tenis adalah hal-hal terpenting bagi anda – Keluarga, Kekasih, Sahabat, Kesehatan, dan Hasrat untuk Hidup – yaitu hal-hal yang seumpama benda atau hal lainnya hilang, dan hanya mereka yang tersisa pun. Hidup anda akan tetap penuh”

“Kelereng melambangkan hal-hal lain seperti kuliah, pekerjaan, rumah, mobil, jabatan dan materi lainnya”

“Pasir adalah hal-hal kecil lainnya yang terjadi silih berganti dalam kehidupan, hal-hal yang anda nikmati tp mungkin Cuma sesuatu yang remeh”

“Jika anda memasukkan pasir ke dalam teko terlebih dulu”, katanya “Tidak akan ada cukup ruang untuk memasukkan kelereng dan bola tenis ke dalam teko. Begitu pun dalam KEHIDUPAN”

“Begitu pun jika Anda memasukkan kelereng terlebih dahulu, Tidak semua bola tenis akan cukup untuk masuk ke dalam teko”

“Jika anda menghabiskan seluruh waktu dan energi untuk hal-hal kecil, materi dan lainnya, anda tidak akan punya cukup ruang untuk hal-hal terpenting dalam kehidupan anda”

JADI

“Ingatlah selalu untuk tidak melupakan hal-hal utama di kehidupan anda

Sempatkan waktu anda untuk menjaga atau periksa kesehatan.

Jadwalkan kunjungan untuk orang tua anda, atau sekedar telepon sebulan sekali jika memang berhalangan

Bermainlah dengan anak-anak anda

Ajak pasangan anda makan malam romantis”

“Akan selalu ada cukup waktu untuk membersihkan rumah, membuang sampah, menonton televisi, atau hal-hal kecil lainnya”

“Harta dan jabatan pun bukan segalanya”

“Jagalah bola tenis anda – hal-hal terpenting

Berikanlah prioritas, yang lain hanyalah pasir dan debu” tutup sang profesor

Kemudian salah seorang mahasiswi mengangkat tangannya dan bertanya, Apakah yang di lambangkan oleh segelas kopi yang dituangkan terakhir?

Profesor itu tersenyum, “saya senang anda menanyakannya”

“Itu hanya untuk menunjukkan kepada kalian semua, bahwa sepenuh apa pun hidup yang kalian rasakan, selalu ada ruang untuk meminum segelas kopi dengan sahabat-sahabat kalian”

Advertisement

2 Responses

  1. cerita bagus. cocok untuk motivasi diri ziz

  2. ni cerita dah pernah aku shared di milis. Bagus ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.